Tampilkan postingan dengan label latree manohara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label latree manohara. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 September 2012

Hari Libur

Well, akhirnya saya punya hari libur. Pilihan saya jatuh pada hari Jumat. Kenapa memilih hari Jumat? Ya karena Senin - Kamis jadwal saya penuh; mengajar Nisa dan Rico. Sedangkan sisanya, saya harus mengajar di rumah. Awalnya, saya mengajar di rumah mulai hari Jumat - Minggu. Alhasil saya memang tidak punya hari libur. Tapi sekarang, Jumat menjadi waktu istirahat saya. Dengan begitu, Sabtu saya kembali fresh menyapa anak-anak.

Sebenarnya saya tidak keberatan mengenai 'hidup tanpa libur' toh saya mencintai apa yang saya lakukan. 3 tahun saya menjalani ini; mengajar di dua tempat, menempuh perjalanan jauh dan tak punya hari libur. Tapi, belakangan saya berpikir bahwa hal ini barangkali akan berdampak nantinya. Dampak yang paling kentara adalah masalah kesehatan. Sakit memang anugerah bila kita bisa melihatnya dari sisi lain. Tapi, sebelum sakit saya ingin mengantisipasi datangnya kondisi tak produktif itu.

Hari libur pertama saya sudah berlalu kemarin. Saya duduk di depan komputer sepanjang hari, menulis lima artikel di blog. Malamnya saya menghadiri soft launching Kembang Api Malam Ini karya Mbak Latree Manohara di Terracotta Coffee House bersama Umam. Kami datang terlalu pagi, menunggu di pelataran sambil minum jus. Acara yang dijadwalkan pukul tujuh molor karena tuan rumah acara terjebak macet. Namun acara tetap berjalan lancar sampai akhir. Diskusi yang seru dan gayeng.

Pulangnya, saya dan Umam mampir warung pecel Mbak Sri di Simpang Lima. Ada lapar yang belum tuntas haha..


Eh itu undangan Membaca Kembang Api Latree Malam Ini. Undangan yang dibagikan sesaat sebelum acara dimulai :))


Jumat, 07 September 2012

Kembang Api Malam Ini



Judul          : Kembang Api Malam Ini
Penulis       : Latree Manohara
Penerbit     : Gigih Pustaka Mandiri
Terbit        : Agustus 2012
Halaman     : viii + 104
Harga         : Rp. 40.000,00

Cerpen-cerpen dalam kumpulan Kembang Api Malam Ini seakan menjadi bentuk ekspresi pemikiran-pemikiran Latree Manohara perihal persoalan-persoalan sosial yang kerap kita temui di masyarakat, dimana setiap kehidupan memiliki 'tragic sense'nya sendiri-sendiri.

Dengan teknik penceritaan yang mengalir yang memang begitu dikuasai Latree Manohara membuat cerpen-cerpen dalam kumpulan ini enak untuk dibaca tanpa kehilangan nuansa. Kita juga dibawa pada alur yang tidak bisa ditebak sehingga membuat kita tercengang di akhri cerita. Tengok saja cerpen yang berjudul Pawon Rawon Mas Won atau Susu Untuk Sari. 

Bermacam persoalan-persoalan sosial dikemas dengan apik serta santun. Latree Manohara berusaha memberikan empatinya tanpa menggurui pelbagai resiko yang diterima pelaku. Buku ini memberikan perenungan bagi kita yang acapkali tidak peduli pada hal-hal remeh di sekitar kita.